Teknologi Konstruksi: Pengertian, Fungsi, Jenis Dan Perkembangannya

  • Admin
  • 9 Apr 2022

Seiring dengan semakin meningkatnya aktivitas pembangunan gedung dan proyek infrastruktur serta residensial, teknologi konstruksi terus berkembang dengan laju pesat. Didukung oleh kemajuan di bidang komputerisasi dan perangkat lunak, saat ini banyak proyek konstruksi yang mengandalkan teknologi digital untuk memudahkan pengoperasian dan pekerjaan konstruksi.

proyek konstruksi bangunan vertikal

Pengertian Teknologi Konstruksi

Teknologi konstruksi adalah ilmu yang diterapkan atau ilmu praktis yang dikombinasikan dengan disiplin ilmu lainnya untuk menyelesaikan masalah-masalah pada bidang konstruksi sarana dan prasarana.

Produk akhir dari teknologi konstruksi adalah bangunan yang tepat guna dan memiliki fitur yang diinginkan oleh pemilik proyek. Contoh sederhananya adalah gedung bertingkat, hotel-hotel mewah, villa yang berlokasi di daerah pegunungan, jembatan yang melintasi selat, jalan layang pada area perkotaan, dll.

Fungsi Teknologi Konstruksi

  • Mempermudah proses konstruksi sebuah bangunan dengan ketepatan dan efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan cara tradisional.
  • Mempermudah proses transportasi bahan bangunan dan prasarana lainnya yang mendukung proyek konstruksi.

Selain penting dalam menunjang sarana dan prasarana, teknologi konstruksi memberikan dukungan terhadap semua pekerjaan yang berhubungan dengan kegiatan proyek. Harapannya dengan penerapan teknologi ini mampu memberikan kemudahan terhadap semua aktivitas konstruksi secara positif.

Suatu negara biasanya akan mendorong peningkatan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi guna mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih baik termasuk di bidang jasa konstruksi.

Salah satu prinsip dasar teknologi bidang konstruksi harus menerapkan Building Information Modeling (BIM) atau teknologi konstruksi yang berbasis industri 4.0.

Pemanfaatan teknologi harus memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan pembangunan infrastruktur, sehingga bukan sekedar ikut-ikutan atau mengikuti tren sesaat, dan mampu menghasilkan produk yang lebih cepat, mudah, dan murah.

Jenis-Jenis Teknologi Konstruksi

Pekerjaan untuk proyek konstruksi dengan teknologi dapat dibagi menjadi 4 jenis antara lain sebagai berikut:

1. Proyek konstruksi industri

Proyek konstruksi industri tidak dapat dilakukan oleh sembarang kontraktor. Memerlukan keahlian dan sertifikasi khusus yang berhubungan dengan perencanaan terutama terkait dengan desain dan konstruksinya.

Walaupun porsinya relatif kecil dalam dunia konstruksi namun proyek konstruksi industri memiliki dampak penting dan signifikan dalam masyarakat dan tatanan sosial.

Teknologi konstruksi paling digunakan untuk proyek konstruksi industri karena bidang konstruksi ini mengharuskan presisi pada banyak area. Sebelum proses pembangunan pun teknologi konstruksi berupa software perencanaan (CAD) telah digunakan secara intensif.

Contoh proyek konstruksi industri umumnya berasal dari sebuah perusahaan atau industri yang besar seperti perusahaan minyak, perusahaan kimia dan perusahaan farmasi. Namun tak tertutup pula untuk bidang-bidang lain yang membutuhkan otomasi dan skala akurasi yang tinggi.

2. Proyek konstruksi teknik sipil

Contoh proyek konstruksi teknik sipil antara lain, fly over (jalan layang) dalam kota, under pass (jalan bawah tanah), pembangunan tol antar kota, jembatan, jalan raya, jalan intersection (simpang susun), dan lain sebagainya.

Perencanaan dan desain merupakan tahap yang krusial bagi proyek ini sehingga membutuhkan bantuan teknik konstruksi secara ekstensif terutama berupa software untuk visualisasi. Karena sifatnya yang membutuhkan pertimbangan dalam banyak aspek seperti keuangan, hukum, dampak sosial, dampak lingkunan, dll, proyek ini juga sangat terbantu dengan pemanfaatan teknologi komunikasi dan keterbukaan informasi.

Bentuk proyek–proyek untuk konstruksi terhadap bidang teknik sipil adalah serangkaian proses pemberian tambahan kepada infrastruktur pada lingkungan yang berbangun atau dikenal dengan istilah built of environment.

Penerapan dalam kehidupan mengenai proyek konstruksi teknik sipil dapat dilihat melalui proyek jalan raya, proyek pembangkit listrik, proyek jalan kereta api, proyek bendungan dan proyek pertambangan.

Pemilik proyek konstruksi yang berhubungan dengan teknik sipil ini biasanya dari kelompok pemerintah, baik itu pemerintah di tingkat nasional (pusat) atau pemerintah di tingkat kabupaten/kota/daerah.

3. Proyek Konstruksi Bangunan Untuk Gedung (Building Construction).

Konstruksi bangunan gedung menjadi jenis pekerjaan atau proyek yang saat ini banyak dikerjakan karena tipe proyek seperti ini fokus menekankan pertimbangan konstruksi, pertimbangan–pertimbangan terhadap teknologi yang bersifat praktis dan pertimbangan terhadap peraturan bangunan setempat.

4. Proyek Konstruksi Bangunan untuk Pemukiman atau Perumahan (Residential Construction)

Proyek–proyek pembangunan tempat tinggal seperti perumahan, hotel, apartemen atau vila merupakan proyek konstruksi yang melibatkan teknologi. Kegiatan pembangunan ini dilakukan melalui dua cara yaitu secara massal dan pribadi.

Di dalam pengerjaannya, proyek–proyek bangunan untuk perumahan memerlukan sebuah perencanaan wilayah yang cukup matang karena akan berhubungan dengan penyediaan fasilitas dan jaringan infrastruktur berupa air bersih, listrik, telepon, jalan dan sarana–sarana lainnya.

Beberapa contoh penerapan teknologi bidang konstruksi antara lain:

  • Konstruksi jembatan
  • Konstruksi jalan layang
  • Konstruksi jalan
  • Konstruksi teknik sipil misalnya proyek pembangkit listrik
  • Konstruksi bangunan perkantoran
  • Konstruksi bangunan perumahan
  • Konstruksi bangunan gedung

Demikian pembahasan mengenai teknologi konstruksi yang sangat penting dalam menunjang aktivitas manusia agar pekerjaan dalam bidang konstruksi mampu berkembang dengan cepat dan efisien.